KALA

 02 : Kalau itu ...


Terik mentari pagi sedang bersemangat dan dengan lancang menerobos jauh kedalam kelas-kelas di SMA 70. Mentari seperti menyambut seorang gadis manis yang baru pertama kali menginjakan kakinya di sekolah itu. Name Tag nya bertuliskan Bulan Amalthea Halley. Di sebelahnya ada Polaris Algieba Holmes, cowok ganteng yang sudah menemani Bulan sejak pertama kali di titipkan dalam perut sang Ibu. Polaris adalah kakak sekaligus kembaran untuk Bulan, betulan kembaran perbedaan usianya hanya 3 menit lebih 27 detik. "Ke ruangan kepala sekolah dulu ya, baru gue anterin lo ke kelas?" Suara Polaris terdengar sangat manis, sampai-sampai cewek-cewek yang ada di koridor gedung utama SMA 70 merasa terbang dan meleleh karena bisa denger suara Manusia papan ini yang manis dan ga datar. "Aris, gue sama lo sekelas kan?" Tanya Bulan, mukanya sangat berharap. "Ga! Gue IPS lo kan IPA" Polaris membantah cepat "kenapa gue ga IPS aja sih? Biar sekelas sama lo" "Lo pinter, gue bego ga sepinter lo" Jawab Polaris asal "mana ada orang bego yang jadi ranking 1 paralel seangkatan?" "Yaudah gue ke gedung IPS duluan ya, lo ke kepsek sendiri aja!" "Aris ganteng, anterin dong" Ujar Bulan manja, Polaris hanya bisa mengulum senyum melihat adik manisnya itu.

Setelah dari ruang kepala sekolah, dan mereka sudah tau kelas untuk Bulan mereka segera bergegas menuju kelasnya. "Nanti pulangnya gue ada basket dulu, lo mau nungguin gue atau minta jemput bang Jagat?" Tanya Polaris "Gue nunggu lo deh, gue males ketemu bang Jagat" Jawab Bulan "Berantem?" "Iya" "Dia ngeselinkan?" "Kaya lo!" Kata Bulan dan berjalan mendahului Polaris. Polaris hanya melihat punggung mungil Bulan dari belakang. Bulan masih mengingat arahan yang tadi di berikan kepala sekolah untuk ke kelasnya. "XI-IPA2" tulisan pada papan di atas pintu, itu kelas baru Bulan. "Masuk gih gue ke kelas ya, pulang sekolah gue tunggu disini ya? bye!" Belum sempat Bulan jawab, Polaris sudah melengos begitu saja. Murid-murid yang ada di dalam kelas itu cuma bisa liatin interaksi antara Bulan dan Polaris. Bulan berdiri di depan pintu, pada hembusan nafas ketiganya, ada seorang guru yang akan masuk kedalam kelas tersebut.

"Kamu Bulan murid baru kan?" Tanya guru tersebut "Pagi bu, iya bu saya murid baru di kelas ini" "Ayo masuk Bulan" "Iya bu" Bulan mengekor di belakang Guru muda itu. "Selamat pagi anak-anak" "Pagi Bu" "Hari ini ada murid baru, silahkan perkenalkan namamu Bulan" "Selamat pagi teman-teman" "Pagi" "Sebelumnya perkenalkan, saya Bulan Amalthea Halley, saya pindahan dari SMA 25 Bandung. Semoga kita bisa berteman dengan baik ya" Bulan berujar dan tak lupa dengan sebuah senyum manis di akhir kalimat "Baik Bulan saya bu Rani kebetulan saya wali kelas kamu yang baru, kamu bisa duduk di sebelah Bianca ya Bulan" "Baik terimakasih bu" Bulan berjalan menuju meja gadis yang bernama Bianca tersebut. Bianca menyambut Bulan dengan baik dan hangat. Karena hari ini masih hari pertama di kelas XI semester 1 jadi belum banyak materi yang di berikan. Bel istirahat berbunyi dan menunjukan bahwa sekarang adalah waktunya istirahat, kantin akan selalu menjadi objek penyerbuan para murid-murid kelaparan di sekolah manapun, sama hal nya dengan SMA 70.

"Bulan, ke kantin yuk" Ajak Bianca "Ayo Bi" belum sempat Bulan dan Bianca berdiri dari tempat duduknya, tiba-tiba "Bulan kenalin gue Elara" "Gue Larisa" "Gue Despina" "Gue Titania" mereka duduk tepat di depan dan belakang bangku yang Bulan dan Bianca duduki "Lo ya Bi, mentang-mentang punya temen baru, kita ga di ajak ke kantin!" Protes Titania "Kalian mah gue keluar kelas aja udah pasti ngintilin, jadi gausah di ajakin" "Najis PD banget lo, sekarang gue maunya ngintilin Bulan aja ah" Elara menyahut malas "Gue laper banget nih, ntar di kantin aja yuk ngobrolnya?" Ajak Bianca, "mau kantin bahasa apa IPS?" Tanya Despina, "IPS aja lah yuk, sambil liat ganteng-gantengnya Archer" sahut Elara "liat Gama sahabat kecil kesayangan lo kali!" Jawab Titania malas "dah ih ayo! Di bilangin laper juga" ucap Bianca dan pergi begitu saja. Bulan dan teman-teman barunya segera menuju kantin. "Gue sama Titan yang pesenin deh, lo semua mau apa?" Tanya Elara, "Ayam Geprek level 2 ya sama es teh manis 1 terus air mineral botol 1" Kata Bianca "Gue Mie ayam sama Lemon tea aja El" Jawab Larisa " Gue juga samain sama Larisa aja deh" Kata Despina "Kalo lo Bulan?" Tanya Elara "Samain kaya Bianca aja deh el" Jawab Bulan "Oke deh tunggu ya sihibit-sihibitki" Kata Elara lagi "El, punya gue sambel daun jeruk ya, kalo punya Bulan pake sambel bawang aja soalnya dia gasuka daun jeruk sama kemangi" Kata Bianca "Oke Bi" Jawab Elara dan berlalu. "Sa, anter gue ke toilet yuk" Ajak Bianca "Ayo Bi", Bianca sama Larisa pergi gitu aja. "Lan, pokoknya lo jangan pernah mau berurusan sama anak-anak Archer ya, bahaya" Kata Despina tiba-tiba "Archer?" Tanya Bulan "Iya, yang duduk di pojok sana. Apalagi sama dia, namanya Bumi dia ketua geng Archer, dia yang paling cerdas dalam segala hal. Bahkan, dia yang paling jago balapan. Katanya, Bumi ga normal soalnya ga pernah nerima cewe-cewe yang suka sama dia, dan dia ga pernah keliatan ngedeketin cewek" Jelas Despina, seraya tangannya nunjuk lelaki yang duduk di paling ujung meja itu dan di tangannya ada buku dan di saku baju sekolahnya ada kacamata. Bulan cuma bisa ngangguk-ngangguk tanda ngerti "Kalo yang pake gelang item itu, namanya Polaris kalo dia yang paling dingin di Archer. Paling jarang senyum dan paling menghargai wanita. Paling keren deh pokoknya. Ohiya, dia idaman cewek-cewek disini. Dan julukan dia tuh pangeran bisu" Jelas Despina, sambil nunjuk Polaris "BULAN!!!!!!" Teriak sebuah suara melengking, seisi kantin ngeliat ke arah sumber suara itu, termasuk Archer "Naura!!!! Beyinnnn!!!!" Sahut Bulan, keduanya langsung memeluk Bulan. Naura dan Belinda adalah sahabat kecil Bulan dan Polaris. Naura satu-satunya cewe di IPS yang bisa noyor Polaris, dan Naura selalu di gosipin punya hubungan spesial sama Polaris. "Ih gila gue kangen banget, tadi pas Aris ngasih tau kalo lo pindah kesini, kita seneng banget anjir!" Heboh Naura, "Iya banget Lan, gue juga kangen lo!!!" "eh gila ya lo berdua makin cantik aja!" "Lo juga! Spill skincare harus ga sih?" "Gila iya banget Nau!! Eh kita harus nginep ga sih?!" "Iyaaaa harus!!! Rumah lo ya" Jawab Belinda "bilang aja mau ketemu bang Jagat!" Ketus Bulan "Masih aja ga ikhlas kalo abangnya lebih sayang sama gue" Jawab Belindan dan menjulurkan Lidah "Aris, Saujana sini! Gue harus mengabadikan kalo lima sekawan ini ketemu lagi!" "Gabakalan mau mereka mah, kita aja udah" "Pangeran Bisu sama Pengawal Kerajaan! Sini ga lo berdua?! Kalo engga jangan harap gue mau nyontekin tugas lagi ke lo Jana!" Ancam Belinda "Aris awas aja kalo berani-beraninya duduk di bangku gue! Pindah bangku sana lo!" Teriak Naura, yap Polaris dan Naura satu meja, makanya gosipnya bisa nyebar dengan cepat kalau Naura pacar Polaris "Berisik toa!" Jawab Saujana kesal sambil melangkah mendekati Naura sama Bulan "Des, maaf mau minta tolong fotoin" Kata Naura, "sini Nau" kata Despina, Naura ngasih hpnya ke Despina. "Bulan sebelah Aris, gue tengah, Belin deket Jana ya!" Titah Naura "Senyumnya yang ikhlas dong Ris!" Ejek Saujana "Mas Aris, senyum dong" kesal Bulan. Sesi foto selesai, foto terakhir Polaris akhirnya mengeluarkan senyum terbaiknya, dan berhasil membuat seisi kantin heboh. "Makasih Mas Aris udah mau senyum!" Kata Bulan gemas "iya sama-sama Bulan" katanya, diakhir kalimat dia tersenyum manis sekali dan tangannya mengacak rambut Bulan gemas "dah ah kita mau nyamperin bodyguard-bodyguard kesayangan gue dulu" kata Naura, dan berjalan kearah Andromeda di ekori Polaris dan Saujana. "Naura itu satu-satunya cewek yang bisa gabung di Archer, karena sahabatnya Polaris sama Saujana. Mau kakak kelas dari angkatan manapun gaberani macem-macem sama dia, soalnya dia yang jagainnya kuat" jelas Despina "Kalau Belinda, dia itu bucin banget sama Rigel yang mukanya bule banget itu. Makanya dia juga bisa kaya Naura gitu, dijagain Archer. Lo jangan mau deh berurusan sama anggota geng itu -" "Tapi kalo menurut gue, kayanya Bulan bakalan jadi cewek ketiga yang di lindungi Archer deh" Sambung Bianca "Gue mau ngomongin itu, udah lo potong!" Kesal Despina.

Archer, Bulan melihat orang-orang yang ada di meja pojok itu sekali lagi dan memperhatikan Bumi lebih dalam lagi. Sadar kalau dia diperhatikan, Bumi membalas tatapan Bulan dan berhasil membuat gadis itu membeku, lalu mengalihkan pandangannya.



Komentar